Trendy Hijab For Trendy Girl

Sobat PESONA MUDA pasti sudah sering dong mendengar istilah ‘berhijab’? Apa sih arti dari hijab? Berdasarkan pengertiannya, Hijab memiliki makna segala sesuatu yang menghalagi atau menutupi aurat perempuan dari pandangan mata, sedangkan perempuan yang berhijab disebut Mahjubah.

Well…dahulu fashion berhijab seringkali dipandang konserfativ oleh sebagian besar masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia. Eits.. tunggu dulu, kini semuanya sudah bergeser sob,.. fashion berhijab sudah menjadi hits loh, terutama dikalangan anak muda. So, udah ngga jaman lagi deh, tampil kaku dengan hijab.. semua bisa bergaya sesuai dengan karakter, buat kamu yang punya karakter kalem, mungkin bisa coba fashion hijab karya Ria Miranda dengan desain furnitur Shabby Chic nya. Buat kamu yang terkesan ceria dan casual, kamu bisa cobain desain dinamisnya Dian Pelangi. How to be a mysterious girl ? Kamu coba deh mix and match desainnya Jenahara Nasution, penampilanmu akan tampak menarik dengan padanan yang sesuai karakter.

Bicara tentang  fashion hijab, beberapa anak muda ini menjadi pelopor tren hijab di dunia loh sob!  and two thumbs up buat designer muda Indonesia yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan desain hijabnya.. ;)


Hana Tajima


Nama Hana Tajima Simpson sudah tidak asing lagi di kalangan para blogger, nama perempuan blasteran Jepang-Inggris itu dikenal karena gaya berjilbabnya yang unik dan lebih kasual. Sosok Hana yang masih berusia 23 tahun ini pun telah menghias sejumlah media di Inggris dan Brazil. Hana yang dikenal sebagai seorang desainer membuat kejutan lewat produk berlabel Maysaa. Produk yang telah dilempar ke pasaran dunia itu berupa jilbab bergaya layers (bertumpuk). Melalui label itu, Hana mencoba memperkenalkan gaya berbusana yang trendi, namun tetap sesuai dengan syariat Islam di kalangan Muslimah.

Dalam blognya, Hana Tajima menulis bahwa bukan hal yang mudah menjadi seorang Muslimah yang memakai jilbab di negara Barat. Rasa takut pada pemeluk agama Islam membuat Hana Tajima termotivasi untuk membuat masyarakat muslim lebih diterima, salah satunya dengan menyajikan desain pakaian yang modern tanpa meninggalkan aturan dan syariat Islam.

Dian Pelangi


Setelah naik daun lewat Jakarta Fashion Week, beberapa desainer pun sukses memamerkan koleksinya di Le Bourget, Perancis. Keberhasilan ini tak lepas dari nama Dian Wahyu Utami yang populer dengan label Dian Pelangi. Tak hanya menarik perhatian dunia, perempuan 21 tahun ini kembali membuat catatan sejarah industri fashion dengan bukunya Hijab Street Style.

Hijab Street Style adalah buku pertama Dian. Diluncurkan Minggu 15 Juli 2012, buku tersebut berisi lebih dari 600 foto muslimah di beberapa kota dengan berbagai variasi model baju dan kerudung. Dian mengaku terinspirasi oleh The Sartorialist yang disusun fashion blogger New York, Scott Schuman. Butuh waktu satu tahun bagi anggota termuda Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia ini untuk mengumpulkan foto-foto tersebut.

Jenahara Nasution


Nama lengkap Jenahara Nasution adalah Nanida Jenahara Nasution. Ia adalah putri dari perancang busana senior, Ida Royani. Meski orang tuanya sudah memiliki background di dunia fashion, namun hal ini tidak lantas membuat Jenahara mendompleng nama besar orang tuanya. Ia memiliki gayanya sendiri dengan mempelajari banyak hal di lingkungan fashion yang sudah akrab dengan kehidupannya sejak kecil, kemudian menuangkannya dalam karya-karya pakaian hijab yang unik dan fashionable.

Wanita cantik kelahiran 27 Agustus 1985 ini merancang busana dengan gaya yang dinamis dan wearable. Apalagi saat ini, busana hijab tidak hanya menarik perhatian mereka yang sudah menjadi ibu, tapi juga para pengguna hijab yang masih belia. Jenahara menghandle 3 label fashion yang dengan nama yang hampir sama. Jenahara untuk produk yang ready to wear, Jenahara Nasution untuk desain busana yang lebih ekslusif dan limited, serta Jenahara by Ida Royani yang merupakan kolaborasinya dengan sang ibu.

Nailah Lymus


Seorang muslimah di New York, ingin mengetengahkan karya busana muslimnya dalam nuansa islami di panggung model dunia tersebut. Nailah Lymus, mendirikan Underwraps Agency tahun lalu. Meski masih terbilang muda, 29 tahun, ia berhasil menunjukkan beberapa karya busana muslim yang unik.

“Wanita tetap bisa tampil modis dan sopan, berpegang teguh pada nilai yang ada dalam dirinya,” ujar Nailah. Menurutnya panggung fashion dunia masih banyak ketidaksesuaian dengan nilai Islami yang dia yakini. Namun ia ingin menunjukkan bahwa wanita muslim tetap bisa tampil dengan busana muslimah yang sopan namun juga unik dan stylish.

Ria Miranda


Muslimah 26 tahun ini adalah seorang desainer hijab terkenal lulusan sekolah desain ESMOD jakarta. Sejak kecil, wanita kelahiran Padang ini sudah biasa mendesain baju dan bercita-cita untuk menjadi seorang desainer. Setelah beranjak dewasa dan lulus dari Esmod, Ria mengambil kesempatan untuk bekerja di majalah Noor sebagai penata busana.

Dalam mendesain busana, Ria miranda sangat terinspirasi oleh desain furnitur Shabby Chic karya Rachel Ashwell dari Inggris. Inspirasi tersebutlah yang membuat dia membuat busana muslim dengan brand Shabby Chic. Menurutnya, warna-warna Shabby Chic mewakili kepribadiannya. Yaitu tentang kesederhanaan, ketenangan, berkelas, dan matang namun tetap rendah hati.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>