SUMBANG IDE DARI BSI UNTUK ASEAN LEADERPRENEUR CONFERENCE (ALC) 2015

AL7

Saatnya pemuda menjadi pemimpin! Demikian semangat yang diusung oleh ASEAN Leaderpreneur Conference (ALC) 2015.

Bina Sarana Informatika (BSI) sebagai kampus yang konsen dengan perkembangan jiwa entrepreneur dan leadership yang dimiliki oleh para mahasiswanya melalui perwakilannya yaitu Tita Ayu Lestari yang merupakan mahasiswa ABA BSI, dan didampingi oleh Arif Hidayat yang merupakan Dosen BSI berkesempatan untuk menghadiri ALC. ALC yang dilaksanakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 7-10 Mei 2015, dengan mengusung tema “Part of Global Netizen”.

ALC 2015 digagas oleh ASEAN Youth Preneur yang bermarkas di Kementrian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia. ALC 2015 merupakan sebuah wadah bagi para pemuda di regional ASEAN, khususnya yang tertarik pada bidang wirausaha dan kepemimpinan untuk dapat berkolaborasi. Kegiatan ini sebagai ajang pembelajaran dan peningkatan pemahaman konsep mengenai ide dan realisasi melalui seminar dengan para ahli dari berbagai negara ASEAN. Selain itu dikumpulkan pula berbagai ide bisnis wirausaha, dalam rangka berperan serta dalam menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, serta mempertemukan dengan otoritas terkait dalam hal pemberian dukungan. Tak terkecuali perwakilan BSI juga memberikan sumbang ide konsep wirausaha.

Malaysia Tourism Centre, sebagai tempat pembukaan acara ALC dan dibuka secara resmi oleh Roy Darmawan (Ketua kelompok kerja pembenihan usaha kreatif nasional Indonesia). ALC diisi dengan berbagai seminar dengan para pembicara yang berkompeten dibidangnya dengan materi yang tentunya dikemas secara menarik. Diantaranya adalah Effendy Zulkifli (motivator bisnis dan wirausaha di Malaysia), Aishah Zahari (strat up scout, design entrepreneur, Singapura), Anna Karina Jardin (Ketua Pemuda dan Wirausaha, Filipina), Sunil Hasmukaray (motivator dan wirausaha), Datok Dzulkarnain Taib (senior jurnalis Malaysia) serta perwakilan dari ASEAN Office Jakarta.

Diharapkan dengan terlaksanakanya ALC 2015 para pemuda dapat berupaya mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. Para pemuda tidak hanya mendapat tambahan wawasan bisnis, tetapi juga dapat membangun jaringan bisnis diantara pemuda se-Asia Tenggara.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>