SMA Negri 72, Yang Unik dan yang Berprestasi

SMA 72 berdiri sejak tahun 83, sekolah ini didirikan atas permintaan dari masyarakat komplek TNI AL Kodamar supaya ada sekolah negri,  maka oleh Dinas Pendidikan DKI dikabulkan dan Dinas sendiri meminta lahan, dan jadilah lahan milik angkatan laut tersebut dijadikan sekolah negri. Menurut info sekolah yang didirikan di komplek angkatan laut ini meliputi SMA dan STM, namun yang dipilih hanya SMA saja dan di siang harinya digunakan oleh SMA 12 PGRI. Namun sejak tahun 90, SMA 12 PGRI sudah tidak bergabung lagi dengan SMA 72.

SMA 72 untuk tingkat prestasi akademiknya bisa dibilang masuk peringkat 3 di Jakarta Utara, range NEM tertinggi untuk masuk ke SMA yang berada di jalan Prihatin ini adalah 34 dan terendah adalah 30. “Yang jelas sekolah ini dari tahun ke tahun berkembang cukup pesat, dan respon masyarakat juga bagus, tadinya mayoritas muridnya dari daerah jakarta Utara, namun sekarang juga ada yang dari Bekasi, karena banyak orang yang dari jakarta utara bertempat tinggal di Bekasi”, ujar Pak Mulyadi Priyo Utomo selaku Humas disekolah tersebut. Ketatnya persaingan nilai serta pendaftaran secara online tidak berlaku untuk yang mengira bahwa model “Titipan” berlaku disekolah ini, walaupun siswa tersebut berasal dari wilayah komplek.

Tahun 2009 salah satu siswi SMA 72 mengikuti lomba olympiade fisika di Canada, perlombaan skala internasional tersebut diikuti oleh Rahma Gloris Panggulu, yang berhasil menyabet perunggu. Prestasi siswa XII IPA 2 berhasil menyabet juara kedua kategori Best Logic untuk perorangan mengenai Moderator Nuklir dan dapat menyelesaikan soal dalam waktu dua menit, untuk beregunya berjumlah dua orang mendapat juara satu. Atas prestasi yang diperolehnya itu Gloris mendapatkan beasiswa di Harvard untuk kejuaraan perorangn dan di Wiscounsin untuk kejuaraan beregu, namun dirinya memilih Harvard karena tertarik dengan hal nuklir. Tidak hanya itu pemerintah AS tidak menyia-yiakan bibit unggul seperti Gloris ini, mereka menawarkan untuk bekerja di NASA setelah lulus dari perguruan tinggi dengan catatan harus menjadi warga AS, namun tawaran tersebut ditolaknya secara dirinya masih cinta Indonesia. Good !, u really great girl Gloris, salut buat kamu.

Lain pula prestasi rekan Gloris yang bernama Ruth Dessi Anastasia Marbun, siswi kelas XI IPA 2 ini berhasil menyabet juara dia perlombaan FL2N, Festival Lomba Seni Nasional, denga membuat boneka ondel-ondel dari bahan dasar limbah plastik dan sterofoam. Tentunya atas prestasi ini penghargaan didapatnya, selain sertifikat Dessy juga mendapat beasiswa.

Sebenarnya banyak siswa dari SMA 72 yang berperstasi yang sekarang sudah alumni, seperti menjadi anggota Paskibraka sebanyak dua kali dan juga Abang Jakarta. Pastinya kelulusan dari jebolan SMA ini banyak yang lolos masuk ke perguruna tinggi negri, seperti IPB misalnya selain perguruan tinggi swasta yang ternama.

Seperti halnya di sekolah-sekolah menengah atas pastinya ada ekskul untuk menyalurkan minat dan bakat para murid, dan ekskul di SMA 72 terdiri dari basket, sepak bola, futsal, voli, pramuka, paskibra, paduan suara, kelompok ilmiah, Palang Merah Remaja, cheerleader, 72 advanture, fotographi, karate, KIR dan
jurnalistik. Cheerleader dan Footsal adalah ekskul yang beken di SMA Negri 72, ekskul tersebut sudah beberapa kali menjuarai perlombaan, baik perlombaan antar SMA maupun event-event yang diselenggarakan oleh perusahaan nasional ataupun komunitas. Untuk cheerleadernya sendiri sudah banyak mengumpulkan piala-piala atas kejuaraannya di setiap event-event kompetisi cheerleader ataupun pembukaan mall, mereka pasti diundang untuk menyemarakkkannya. Sebut saja, Juara III Pop Mie Cheerleadance Bekasi, Juara III Mall Ciputra Cheerleaders Competition 2008, Juara I Twelve Cup 2008, Juara II Kompetisi Pemandu Sorak Pop Mie Basketball 2008, Juara II Bulungan Cup 9, Juara I Accelera Auto Contest Cheerleading Competition 2007, Juara II Jambore Kreasi Remaja 2007, Juara II Etniz Cup 2006, Juara I LPK Tarki Cheers Competition 2006, Best Dance Diamond Cheerleader Competition 2006, Juara III Mangga Dua Cheerleader Competition 2006.

Ada yang unik di SMA 72 ini yaitu, setiap hari jumat yang biasanya setiap sekolah identik memakai baju muslim namun di SMA 72 ini berpenampilan lain, mereka memilih baju adat Betawi untuk seragam mereka. “Walaupun pada awalnya agak ribet, namun untuk sekarang ini anak-anak udah enjoy, tutur Pak Mul. Dan jangan heran kalau warna-warna yang mereka gunakan tabrak lari alias gak matching, mereka bebas bereksplorasi soal model dan warna pakaian”, tambahnya. Dan gak cuma siswa loh yang wajib berbusana Betawi, kepala sekolah dan wakil serta seluruh guru juga turut berpartisipasi. Wah, pastinya seru dan lucu ya, karnaval setiap seminggu sekali. (jy/Foto : drm & jaka)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>