My Queen

By. Andika Sukandi

“Mas satu mangkok lagi” ucap Ratu sambil mencaplok bakso terakhir.
“Astaga lo udah nambah dua mangkok, trus lo nambah lagi” kata Novi.
“He..he…iya”
“Lo laper apa doyan?”
“Dua-duanya” kata Ratu dengan senyumnya yang khas.
“Oh iya, nanti malem lo dateng kan ke café”
“Oh, acara tahun baruan anak-anak kelas kita” dateng yah, gw males dateng kalo ga ada lo”
“Iye deh gw dateng”

“Oh iya, cem-ceman lo gmana kbarnya” ucap Novi sedikit tertawa.
“Apaan sih lo” muka si Ratu mulai memerah jika disinggung soal itu. Tentang Aira teman sekelas mereka. Ratu sudah menyukai Aira selama 3 semester ini. Tetapi si Aira belum memberika respon lampu hijau ke Ratu.
“Gw cuma nanya, lo malah tersipu malu”
“Iya dah”
“Gw jarang ngeliat tuh orang, kemana tuh anak?”
“Dia masih di Medan”
“Ehmmm” dengan wajah meledek.
“Apaan sih, dia yang sms gw semalem, katanya dia ga bisa dateng entar malem”
“Kaciaaaan temen aku satu ini.”
“Rese lo!!”
“He..he…”
Suara Novi terhenti saat suara dering handphone terdengar dari hapenya.
“Tu, gw cabut dulu yah, cowo gw dah jemput nih”
“Ya udah sip”
“Tapi bayarin yah makanan gw”
“Ya dah”
“Makasih yah,” sambil menciumi Ratu sambil memasukan sesuatu ke dalam tas Ratu tanpa sepengetahuannya.

***
Ratu merebahkan lelahnya di sofa ruang tamu rumahnya setelah mengendarai motor yang cukup jauh dari kampusnya  sambil melihat jam yang telah menunjukan jam 6 lewat. Namun, semua itu terganngu saat suara dering sms hapenya terdengar dari dalam tasnya.
“Ga bisa ngeliat orang santai nih hape” gerutunya.
Sedikit males, Ratu mengambi hape dari tasnya. Namun Ratu malah melihat sepucuk surat berwarna putih yang terlipat dua.
“Apaan nih? Ko bisa ada disini”
Ratu membuka surat itu dan terlihatlah isi surat yang membuat ia terkejut.
“For my queen: Akan ada senyuman tercipta di tempat kamu merebahkan diri saat selimut malam menyelimutimu”Ratu membaca sekali lagi isi surat itu.
Ia langsung berfikir makna dari kata-kata tersebut dan tak butuh waktu lama berfikir, ia pun bergegas menuju kamar tidurnya.
Sampai di kamarnya, ia melihat sesuatu di atas tempat tidurnya.
“Iiih romantis banget” ia mengambil setangkai bunga mawar merah dari tempat tidurnya dan mencium aroma yang keluar dari bunga mawar yang ada ditangannya.
Selain bunga, terdapat juga sebuah kotak yang terletak di atas tempat tidurnya.
Ia raih kotak itu dan membukanya. Ternyata sesuatu berwarna silver dan sepucuk surat di bawah benda tersebut dan membacanya.
“For my queen: bersihkanlah debu-debu dunia yang melekat di tubuhmu, ratuku. Setelah itu, akan ada seorang yang akan menunggumu di luar menantimu”
Ratu langsung keluar rumah karena penasaran siapa yang menunggunya di luar rumah, tetapi sampai di luar rumah, ia tak melihat siapapun disana.
“Oh iya, gw harus mandi dulu yah” ucap Ratu mengeplak jidatnya sendiri.
Ratu pun bergegas menuju kamar mandi dan langsung mandi terburu-buru karena penasaran siapa yang memberikan semua itu kepadanya.
Setelah membersihkan tubuhnya dan melihat dirinya sudah rapi sambil bercermin melihat senyumnya yang merekah tak henti-hentinya”
“Tiiiiin…tiiiin…tiiin”
Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah. Dengan refleks Ratu mengambil benda dari dalam kotak tersebut dan langsung keluar rumah melewati ibunya begitu saja yang sedang berdiri di depan pintu.
“Haaah, mobil taksi” ucap Ratu sedikit ragu “Ko taksi sih?”
Ratu langsung keluar gerbang disertai pintu mobil taxi terbuka. Ternyata supir taksi keluar dari mobil tersebut dan menghampiri Ratu.
“Ratu?!” ucap supir taksi dengan suaranya yang berat.
“Iya, itu saya” ucap Ratu sedikit takut.
Supir taksi itu menyerahkan sesuatu berwarna silver kepada Ratu dan diletakan di tangannya. Benda itu mirip dengan benda yang ada di kotak tadi. Ia langsung meletakan kedua benda itu di satu tangan. Lalu Ratu baru bisa melihat benda apa itu sebenarnya saat ia menyatukan kedua benda tersebut.
“Sebuah hati” ucapnya sambil melihat supir taksi di depannya yang kini berkata pada Ratu, “Seseorang telah menyiapkan sesuatu untuk kamu, dan saya hanya ditugaskan untuk mengantar kamu”
“Mengatar aku kemana?”
“Ketempat yang telah disiapkan oleh seseorang untuk kamu, dan nama tempatnya ada di dalam jok belakang mobil” sambil menunjuk mobilnya.
Ratu langsung melangkah menuju pintu belakang. Namun Ratu menghentikan langkahnya karena ada sedikit ragu dalam benaknya. Saat keraguan muncul di wajah Ratu, namun supir itu langsung berkata kepadanya, “tenang saja Ratu, seseorang ini orang yang baik”
Ratu langsung melihat raut kejujuran di wajah supir taksi itu. Ia langsung melepaskan kecurigaan dalam benaknya lalu kemudian ia membuka pintu dan terdengar suara ibunya yang kini di belakang gerbang yang berkata, “Ratu, hati-hati yah dijalan”
“Iya mah, Ratu jalan dulu yah” ucapnya sambil melihat ibunya melambaikan tangan dan tangan satunya lagi sedang memegang handphone.
Saat ia masuk dan duduk di dalam jok belakang, ia melihat sebuah surat disampingnya dan sebuah bunga mawar kembali. Ia meraih mawar itu dan membuka surat itu dan membacanya.
“For my queen: kereta kuda ini akan membawamu ketempat dimana kecantikanmu akan lebih bersinar menerangi dunia”
Ratu tersenyum kembali melihat kata-kata yang tersirat dalam kartu tersebut.

***
Setengah jam berlalu, taksi itu pun berhenti di depan salon kecantikan dan Ratu langsung keluar dari taxi tersebut lalu masuk ke dalam salon. Ternyata staff salon telah menantinya sambil berkata, “Selamat datang. Kita udah nunggu mba dari tadi”
“Udah nunggu saya?”
“Iya, kita akan membuat mba lebih cantik” ucap staff salon yang sedang memegang hape.
Ratu pun langsung duduk dan membiarkan staff salon itu mempertunjukan the magic of make up.
Beberapa lama kemudian, Ratu melihat wajahnya di cermin. Ia tidak percaya melihat rambutnya menjadi terlihat indah dan wajahnya terlihat lebih cantik.
Saat Ratu sedang bercermin, staff salon tersebut menghampiri Ratu dan memberikannya setangkai mawar dan sepucuk surat.
“Ini buat mba”
“Makasih yah”
“Sama-sama, semua udah di bayar ama seseorang. Oh iya, kapan-kapan dateng kesini lagi yah mba”
“Pastinya” ucap Ratu sambil melihat hasil kerja staff salon tersebut sambil bercermin.
Ratu langsung melangkahkan kakinya keluar dari salon sambil membaca surat tersebut. “For my queen: tunggu aku di depan taman di saat detik terakhir berdenting dan selimut malam disinari oleh cahaya berwarna-warni yang akan menyinari mata indahmu”
Untuk sekian kali, ia tersenyum kembali. Ia melipat surat itu dan menaikan pandangannya. Ternyata supir taksi yang tadi masih menunggu di depan salon dan menghampiri Ratu.
“Ratu, silahkan masuk ke mobil, saya akan mengantarkan Ratu”
“Makasih yah”
Supir itu langsung membukakan pintu untuk Ratu dan mereka langsung melaju menuju café.
Ternyata, di perjalanan cukup padat dengan lalu lalang kendaraan. Setelah cukup lama di jalan, akhirnya Ratu tiba juga di café.
“Makasih yah pak”
“Sama-sama Ratu”
Ratu langsung keluar dari mobil dan bergegas menuju café. Sesampainya di taman di luar café, ia mendengar suara gemuruh dari dalam café.
“5…4…3…2…1…”
Setelah itu, Ratu mendengar suara terompet membahana di sekirarnya dan suara ledakan terdengangar di langit. Lalu terlihatlah berbagai macam bentuk kembang api menghiasi langit di atas Ratu. Ratu menaikan pandangannya melihat pertunjukan kembang api dan terlihatlah mata Ratu yang berwarna-warni. Sangat indah, seperti pelangi sedang terpancar di matanya.
Saat Ratu menurunkan pandangannya dari langit. Ia langsung terkejut melihat Aira sedang berdiri beberapa meter darinya sambil melihat dengan senyuman manisnya.
“Airaaa”
“Good evening, my queen”
“Katanya masih di Medan”
“Maaf aku bohong sama kamu, aku pengen beri kejutan sama kamu”
“Jadi, semua tadi itu dari kamu”
“Iya, aku minta bantuan mereka”
Ratu dan Aira langsung terdiam, hanya mata mereka yang berkomunikasi satu sama lain. Beberapa detik kemudian, Aira langsung menghampiri Ratu dan meraih tangannya.
“Sebenernya aku udah lama ingin ngomong ini ke kamu, tapi aku masih mencari waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Terus, mungkin saat ini yang tepat”
Ekspresi wajah Ratu mulai merekah dan tak bisa berkata apa-apa saat Aira berlutut di depannya sambil mengeluarkan kotak merah dari sakunya.
“Maukah kau menikah denganku?” ucap Aira sambil membuka kotak merah itu.
Ekspresi wajah Ratu memancarkan ketidakpercayaan saat Ratu melihat mata Aira dan terpancarlah kesungguhan dari matanya. Saat Ratu ingin menjawab, suara gemuruh teman-temannya yang telah keluar dari dalam café meneriakan satu kata, “Terima…terima…terima….”
Ratu tersipu malu melihat teman-temannya melihat ia dalam keadaan seperti ini. Tapi Ratu menyampingkan perasaan itu lalu melihat Aira kembali. Ratu melihat kembali lagi mata Aira yang membuat Ratu menganggukkan kepalanya dan berkata, “Iya, aku bersedia”
Setelah ucapan itu, Aira memasukan cincin itu di jari Ratu dan gemuruh kegembiraan meledak dari teman-temannya.
“Makasih yah, kamu udah bikin aku seperti ratu sungguhan”  ucap Ratu sambil memeluk Aira.
“it’s my pleasure, my queen”

***

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>