Metta Permadi, Pecinta Pantai Dan Drama India

Berawal dari keisengan karena diajak teman yang memaksa dirinya ikut pemilihan covergirl di salah satu majalah di tahun 2003, membuat Metta Permadi terjun ke dunia Entertainment.  Dirinya benar-benar tidak menyangka kalau menjadi salah satu finalis covergirl tersebut akan membawanya sukses di dunia hiburan sebagai bintang iklan dan pemain sinetron, pasalnya berpikir dan bercita-cita terjun di bidang ini pun tidak ada dibenaknya. Kepribadiannya yang pendiam dan tertutup tak ayal menjadikan penghalang buat gadis berkulit putih ini untuk mengikuti kontes tersebut.

Saat pemilihan kontes diselenggarakan, Metta tidak menyangka dirinya bisa masuk sebagai finalis covergirl, gadis berzodiak Aries ini malah menyangka bahwa temannya yang mengajaknya dan sama-sama duduk di bangku SMP saat itu yang lolos pemilihan. “Awal karirku dimulai saat mengikuti covergirl , setelah itu aku ditawari oleh banyak agency untuk casting-casting iklan dan sinetron. Ikut kontes itu aku diajak temen sekolahku, aku kira dia yang masuk tapi malah aku yang masuk.” kenang wanita yang hobi shopping ini.
Pertamakali memulai debut aktingnya di sinetron sebagai pemeran utama, gadis yang dulunya bercita-cita sebagai guru ini mengaku nervous dan seringkali mendapat komplain dari sang sutradara. Setahun kemudian ia pun mencoba mengasah ilmu akting di Eka Sitorus. Semenjak itu aktingnya mulai diperhitungkan oleh beberapa production house, baik sebagai bintang sinetron maupun iklan.
Munculnya Metta sebagai pendatang baru saat itu sama sekali tidak mengganggu kegitan belajarnya, buktinya sampai saat ini dirinya masih menjalani keduanya, kuliah semester enam jurusan Advertising di London School dan belum lama ini syuting ftv berjudul “Motorku Antik, Cewekku Cantik” telah selesai dilakoninya. Kejeliannya membagi waktu ini membuatnya tetap eksis di dunia hiburan hiburan dan pendidikannya sampai sekarang. Hal ini pulalah yang membuat kedua orang tua Metta , mendukung karirnya terus sampai sekarang.

 

“Aku harus pintar-pintar bagi waktu biar orangtua juga kasih izin ke aku tetap syuting. Kadang-kadang aku bolos tapi itu aku bilang dulu ke orang tua. Aku nggak tau mau sampai kapan berkarir?”, ungkap dara berkulit putih ini.
Selain bisa membagi waktu dengan baik, aktivitasnya di dunia seni peran dan hiburan sedikit banyak mengubah dirinya menjadi sosok yang lebih bisa berinteraksi, berani dan mandiri, maklum sebelumnya Metta merupakan sosok pendiam. “Dulu itu aku termasuk orang yang  pendiam dan jarang ngobrol sama orang lain, bahkan waktu syuting-syuting awal dulu aku sering dibilang sombong karena jarang ngobrol, padahal sih aku dulu tuh pemalu dan pendiam, tapi lama kelamaan aku jadi terbiasa dan gampang bergaul.” Papar gadis yang bercita-cita membuka salon ini.
Menjadi salah satu pemeran di banyak sinetron , seperti “Cinta Terbagi 5”, “Inikah Rasanya”, “Cinta SMU 2” membuat Metta memerankan banyak watak dan karakter, protagonis maupun antagonis. Tapi gadis kelahiran Jakarta ini ternyata lebih menyukai peran protagonist, alias peran yang baik dan agak-agak mellow lho sob. Apa pasal? Karena Metta sangat menyukai film-film yang bergenre drama. Drama India, Korea sampai Holywood gak luput dari pengamatannya. Tapi yang paling dirinya sukai dari ketiga jenis film drama diatas adalah film India. Menurutnya, film India sangat apik dalam memainkan perasaan, emosi dan jalan ceritanya dapat membuatnya terhanyut. Meski sering diejek temannya karena suka dan sering nonton film India, Metta gak pernah kelewatan nonton film India terbaru seperti “kabhi kushi kabhi gham” dan “My Name Is Khan” . “aku tuh udah suka nonton film India sejak kecil, mungkin karena ketularan mamaku, film India itu bagus banget jalan ceritanya, dan sering aku jadiin referensi buat aktingku sendiri.” tambah Metta.    
Diluar kegiatan syuting dan kuliahnya, cewek yang hobi makan bubur dan sushi ini ternyata suka banget sama yang namanya jalan-jalan, khususnya jalan-jalan ke pantai. Mengaku gak takut kulitnya terbakar matahari pantai, Metta mengatakan kalau pantai bisa membuat dirinya tenang, melepas kepenatan, dan bisa merasakan kebebasan. Pantai Anyer, Batu Karang Pantai Pangandaran Jawa Barat, Pantai Panjang Bengkulu adalah sederatan nama pulau yang telah dikunjunginya.  Pulau Tidung dan  pulau Umang di kepulauan Seribu Jakarta menjadi tujuan pantai berikutnya yang bakal dikunjunginya. Meski suka ke pantai, Metta sedikit prihatin atas banyaknya sampah yang ada di sekitar pantai. “Banyak yang gak sadar akan kebersihan dan keindahan pantai, pengunjung ataupun pedagang malah banyak yang mengotori pantai , belum lagi dari pencemaran pantai itu sendiri, bener-bener bisa ngerusak keindahan pantai.” ucap cewek penggemar musik pop ini.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>