KETAKUTAN NINDA

Sedekat itu wajahmu denganku

Ini mimpi atau nyata…

Sekilas syair lagu yang dipopulerkan Nowela, juara ajang pencarian bakat itu seakan pas banget dengan apa yang dialami Ninda sore ini sepulang ekskul taekwondo di sekolahnya. Hanya bedanya kalau lagu itu mengisahkan seorang wanita yang takjub karena mimpinya jadi nyata saat pria yang disukainya menyatakan cinta sedangkan yang dialami ninda adalah karena kecerobohannya seringkali dia mengalami kesialan-kesialan kecil, seperti sore itu dia dengan santainya bercermin sambil membersihkan mata di jendela mobil sedan modif warna kuning di parkiran sekolahnya dan perlahan kaca jendela mobil pun turun dan tepat di hadapannya wajah seorang idola yang tak lain adalah pelatih ekskul taekwondonya perlahan muncul menggantikan pantulan wajahnya di kaca mobil. Fix … itu Hari rabu yang memalukan pertama… what??? Berarti ada hari rabu memalukan yang lain ???…

Ninda Sirama-rama, sebutan atau lebih tepatnya ledekan yang sering dilontarkan teman-teman sekelasnya untuk wanita bertubuh mungil dengan rambut keriwil asli buatan Illahi yang Fobia kupu-kupu, kata sirama-rama juga didapat saat pelajaran bahasa Indonesia saat latihan persamaan kata. Rama-rama adalah kata lain dari kupu-kupu, sebenarnya kesehariannya sih hampir mirip dengan hewan cantik satu itu, Ninda bisa berada di dua tempat berbeda dalam waktu singkat memang gesit tapi terkadang karena terburu – buru jadinya ada saja kekacauan yang disebabkan olehnya.

Setelah hari itu Ninda berpikir ribuan kali untuk ikut ekskul lagi, dia memilih pulang bareng Nimas, Rosi dan Edo soulmate temuannya di sekolah itu.

“Nda, kok ga latihan silat?” tanya edo

“Eeeeh… emangnya jawara belajar silat do…edo… pinternya ga nambah-nambah. Kalo silat itu tuh kaya gitu..pengajarnya Kak Rustam yang…….” Sambil menunjuk ke lapangan tempat teman-teman yang lain berlatih silat dan tiba tiba menghentikan ucapannya saat yang mau dikomentari ternyata berada tepat di belakangnya.

“yang apa neng???…. ganteng ya? Kak Rustam tiba-tiba menyela pembicaraan

“eeeehhh hiyaaaaaa….. ganteng kak ganteeeeng….. daaahhh Kakaaaa…. Aku mau anter Edo ke PAUD dulu”, sambil menarik edo dan mengajak teman-temannya keluar gerbang.

“Niiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin……” teriak Nimas berbarengan dengan suara mobil yang remnya diinjak mendadak sedalam dalamnya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

“Keluaaaarrrrr! Ga pake mataaaa bawa mobilnya heh!??” Amarah Ninda tak tertahankan dalam posisi terduduk dengan jarak ga lebih dari 5 cm dengan bemper mobil ia langsung berdiri dan menggebrak mobil kuning di depannya.

Dan kau hadir

Membuat segalanya menjadi lebih indah

Kayanya theme song ini pas banget kalau di setel di hari rabu ke 2 ini…

“Sabeummmmm Yudi”

“Ninda?…. maaf saya ga hati-hati, kamu ga apa-apa?”

“Ga apa-apa Beum”

“oh iya kamu mau kemana bukannya hari ini ada latihan?”

“iya… ini Edo minta anterin katanya… ya do ya???” Ninda kaget karena saat melihat disekeliling tak ditemui satupun teman-temannya.

“hhhrrrrgggghhhhhhh…. Awassssss kaliaaaan” ucapnya lirih sambil mengepal tangan

“ya sudah, saya masuk dulu ya boleh ke tepi dulu sebentar? Oh iya mata kamu bagus kalo melotot begitu jangan lupa dibersihin ya matanya supaya lebih bersinar”

Ninda otomatis meraba sudut matanya dan dia baru sadar kata-kata Sabeum Yudi menyindir hal memalukan minggu lalu.

Dengan terpaksa dia kembali ke sekolah dan langsung berganti kostum dan ikut latihan sampai selesai.

***

Ini rabu ke tiga di bulan rawan banjir ini, tak seperti biasa Ninda datang ke sekolah dengan penuh percaya diri, dengan rambut model barunya dan wangi parfum paris hilton refilan andalannya.

“Ini akan jadi hari yang paling bermakna buat aku…” ujarnya saat sampai di meja kepada Nimas dan Rosi yang sudah sampai di kelas lebih dulu

“Memang kenapa? Hmmm….. karena rambut keriwil kamu hilang??? Ini pake wig yaaaa”, kata rosi sambil mengacak-acak tatanan rambut yang dipertahankannya sejak sore kemarin, kini rambut kriwilnya berganti rambut lurus yang lembut.

“aaahhhhh rosi jangan sentuh rambutku yang agung….ini hasil karya tante aku yang lagi promoin salon barunya, semalaman aku tidur telungkup supaya ga rusak”, kata Ninda sambil merapikan rambutnya.

“trs apa yang bikin hari ini spesial?”, tanya Nimas

“hari ini aku mau tanding…. Dan Sabeum Yudi akan jadi jurinya… aku harus bisa menarik perhatian dia”, jawabnya penuh percaya diri

Dan sebelum sempat berkomentar kelas mendadak hening dan pelajaran pertama pun dimulai.

Tepat jam 16:00 semua berkumpul di lapangan belakang lab biologi untuk persiapan pertandingan latihan untuk siswa ekskul taekwondo kelas 10 dan kelas 11 sebelum menempuh pertandingan antar sekolah yang akan dilaksanakan awal tahun depan.

“NInda Aprilia dan Raisa Wibowo silakan mempersiapkan diri”, dengan lantang Sabeum Oka menyebutkan nama yang akan bertanding berikutnya.

Begitu sengitnya kedua wanita mungil dari kelas 11 itu menampilkan keahliannya dalam menendang dan memukul hingga di akhir menit pertama datang pukulan kearah perut yang dari Raisa dan seharusnya Ninda menangkis namun yang terjadi …

“hwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…… mamaaaaa…..” ninda berteriak dan lari kocar kacir saat melihat gambar kupu kupu di kaos Raisa yang menyembul dari balik baju taekwondo miliknya.

Sejenak pertandingan terhenti dan berganti keriuhan karena melihat kejadian yang baru saja terjadi dan Ninda dianggap keluar pertandingan dan terkena diskualifikasi.

Fobia memang bisa terjadi pada siapa saja dan pada benda apapun, rasa takut yang berlebihan ini adalah fenomena yang bisa terjadi pada seseorang dimana orang yang terkena fobia tidak bisa mengontrol ketakutannya pada suatu benda.

Ketika suasana sudah kembali tenang, Sabeum Yudi menghampiri Ninda yang masih menggunakan baju taekwondo lengkap dengan rambut yang sudah diikat tak beraturan.

“Ninda… “

“Sudah, Sabeum ga perlu menghibur saya”

“Siapa yang mau menghibur? Memangnya saya badut?, saya punya sesuatu untuk kamu tidak perlu di buka sekarang nanti saja kalau sudah di rumah. Saya duluan ya”

Ini adalah hari ke 3 yang hampir sama tapi… entah mengapa kekacauan di pertandingan tadi seakan sudah dia lupakan walau penasaran ia menahan diri untuk tidak membuka box warna coklat dari pelatih kesayangannya itu.

Sesampainya di rumah, Ninda langsung masuk kamar tanpa melihat lihat sekeliling langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur…

“Auch…. Mamaaaaaaa… kasurnya dimanaaa….”

“Dijemur kan tadi pagi kamu tumpahin susu… makanya jadi anak hati-hati” ucap mama ninda bijak sambil menggapai tangan anaknya yang terjerembab didalam rangka tempat tidurnya.

“Makasie maaaa…. Sekarang mama kebawah dulu yaaaa anak mama yang cantik ini mau rapi rapi dulu”, kata ninda sambil menuntun mamanya keluar kamar.

Kotak warna coklat itu pun sudah ditangannya lagi, dibukanya perlahan dan dengan mata terbelalak dilemparnya isi kotak itu dan ternyata masih ada secarik kertas yang tertinggal bertulis :

Ketakutan atas apapun bisa dikendalikan

asalkan kamu yakin pada dirimu kamu mampu melawannya

-Yudi-

Perlahan didekatinya seuntai kalung berliontin kupu-kupu yang jatuh di lantai kamarnya,

“Aku harus bisa”.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>