“Kebijakan dan Sumbangan DPR-RI dan Pemerintah Terhadap PTS”

ft 1

Rapat Pengurus Pusat Pleni (RPPP) Ke-8 APTISI Periode 2011-2015

Jakarta BSI News

Telah berlangsung acara “Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) Ke-8 APTISI Periode 2011-2015″, yang berlangsung di Hotel Le Meridien, Jakarta 15 Oktober 2015.

Acara diawali dengan sambutan dari Suyatno selaku ketua APTISI Wilayah III. Dalam sambutanya beliau menjelaskan kebahagiannya karena dapat terselenggaranya acara RPPP Ke-8 ditengah dituasi keadaan saat ini. “Kami atas nama ketua APTISI Wilayah III sebagai penyelengara rapat Pleno, akan menyampaikan pandangan dan pendapat kepada ketua DPR”, ujar Suyatno.

Selanjutnya acara di lanjutkan lagi dengan sambutan dan sekaligus pembukaan acara RPPP Ke-8 dari ketua APTISI Pusat yakni Edy Suandi Hamid. Dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa “Acara ini serius hal ini dibuktikan dengan hadirnya para hadirin yang berjumlah 150 orang”, ujar  Edy.

Selanjutnya masuklah keacara inti acara yakni sesi ke-1 dengan pembicara Edy Suandi Hamid dalam sambutannya beliau menjelaskan bahwa mengenai mengenai masalah ijazah,  akreditasi. Kita harus mengakui bahwa perguruan tinggi saat ini sangat banyak. Kalau ada perguruan tinggi yang perlu didampingi harus didampingin terutama bagi perguruan tinggi yang rendah.

Dalam sambutannya Didik J.Rachbini menjelaskan terkait dengan kebijakan pemerintah yang saat ini dilakukan oleh perguruan tinggi swasta. Bagi perguruan tinggi yang perjual belikan ijazah harus diberikan saksi.

Sofyan Tan dari Anggota  komisi X DPR RI / Fraksi PDI Perjuangan. Dalam sambutannya beliau menjelaskan mengenai Peran Legislatif Dalam Membangun Perguruan Tinggi Swasta.

Selanjutnya sambutan dari H. Mohamad Sohibul Iman selaku Wakil Ketua Komisi X DPR-RI. Dalam sambutannya beliau menjelaskan mengenai bagaimana PTS-PTS yang ada saat ini dapat berdisplin dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Setelah acara isoha acara dilajutkan lagi ke sesi dua dan tiga. Pada acara sesi ke tiga ini lebih menjelaskan dalam mensikapi dan mencari solusi terhadap kemenristek dikti yang dijelaskan oleh George Iwan Marantika dan Gunawan Suryoputro. Setelah itu masuklah ke acara sesi tiga. Diacara sesi ke tiga ini masuklah acara MOU Aptisi – PT Percetakan Negara, yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama Percetakan Negara RI yakni Djakfarudin Junus dan Heri Budiono selaku bagian Legal dan Hukum Percetakan Negara. Tidak hanya itu sebelum penutupan acara diadakan Inspring Person & Pemutaran Trailer film Hollywod “Livi Sheng”. Sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi Edy Suandi Hamid memberikan penyerahan Souvenir kepada Livi Zheng. Setelah itu masuklah keacara terakhir yakni penutupan dan Coffee Break.

Pada kesempatan dan acara yang sama juga dilakukan Konpres yang dihadiri oleh beberapa pembicara yakni Edy Suandi Hamid, Suyatno, George Iwan Marantika dan Moh Wahyudi.  Dalam Konpres ini hadir pula beberapa rekan dari berbagai media. (ana)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>