Jian Batari, ..Adegan Perkosaan itu membuat aku….

Imah sang Sundel Bolong
Saat ini film-film horror masih mendominasi per-filman Indonesia dan  kebanyakan pemerannya adalah pendatang baru yang kemampuannya tidak kalah dengan senior terdahulunya. Salah satunya adalah Jian “Imah” Batari, pemeran utama film Sundel Bolong. Cewek berdarah Bugis yang tinggal lama di Medan ini belum lama berkecimpung di dunia entertainment, baru beberapa sinetron itupun masih dalam porsi supporting talent begitu juga pada KM 14 film pertamanya. Sosoknya yang kalem dan penampilannya yang sederhana mampu pada akhirnya dilirik oleh sutradara handal Indonesia untuk memerankan film bergenre horror.

“Aku langsung speechless waktu aku dinyatakan lolos casting”, tukas Jian ketika dinyatakan lolos casting dan terlebih filmnya didirect oleh Hanung Bramantyo, sutradara kondang di Indonesia. “ Siapa juga sih yang gak kepengen didirect sama Mas Hanung, lagian ini kesempatan aku untuk maju lebih jauh lagi”, ujar Jian Batari menambahkan. Proses untuk mendapatkan peran itu membutuhkan waktu yang cukup lumayan apalagi saingannya ada beberapa yang sudah punya nama, makanya ketika dia dinyatakan lolos merupakan hal yang tidak diduga sebelumnya, wajar saja kalau cewek yang masih duduk di kelas 3 SMU 30 Jakarta ini kaget dan tidak percaya. Rasa sukanya masih terpancar pada matanya yang bulat ketika menceritakan pengalamannya mendapatkan peran di Sundel Bolong, disalah satu cafeteria dibilangan Kalibata Mall ketika mempromokan film anyarnya itu. Pilihan sang sutradara pada diri cewek yang berkulit sawo matang ini tidaklah berlebih, karena wajahnya yang sangat melayu ini membuat Hanung Bramantyo tertambat hatinya untuk menjadikannya sosok Imah sang Sundel Bolong yang cantik dan menggairahkan. Dan menurut Jian sendiri kenapa dirinya bisa terpilih, “Dan kenapa aku yang terpilih mungkin karena sudah rejeki aku kali ya”, ujarnya bijak. Yang diakuinya setelah pengumuman lolos dirinya langsung ngejalanin reading, belajar nari jaipong dan nambahin skill aktingnya.

Mimpi bertemu Susanna
Apakah film ini merupakan remake film yang berjenis sama diera 80-an yang diperankan oleh Susana yang juga sama-sama di produksi oleh Rapi Film ini mampu menyainginya film terdahulunya? Dan menurut Jian sendiri masing-masing punya nilai yang ditonjolkan, karena menurutnya film yang diperaninya ini bukanlah sambungan film sebelumnya, begitu ujarnya. Ketika dipilih untuk memerankan Sundel Bolong, Jian mengaku bermimpi didatangi Susanna dengan penampilan ketika memerankan Nyi Blorong yang penuh dengan bunga melati dan wangi melatinyapun menyengat, dalam mimpinya itu cewek manis berambut panjang ini ditanya mengapa dirinya tidak ijin padanya, dan Susanna berpesan untuk bermain bagus. Namun pihak Rapi sendiripun telah memberitahukan kepada Susanna tentang pembuatan film ini begitupun dirinya diajak untuk menjadi cameo didalam film ini, namun dikarenakan ada kesibukan lainnya dirinya tidak menyanggupinya. Dan secara pribadipun Jian ingin sekali bertemu dan berkenalan dengan tante Susanna begitu dia memanggilnya.

Momen shooting yang mendebarkan
“Ketika beradegan dengan Mas Baim sama adegan perkosaan, wah itu aku ngrasain rada parno juga”, ungkapnya jujur. Ya iyalah, perkosaan gitu loh, yang diakuinya juga bahwa untuk adegan perkosaan itu cukup banyak dan lama, sehingga ada beberapa bagian yang disensor. Untuk beradegan mesra dengan Baim, Jian mengakui harus punya feel untuk melakukannya, tentunya dilakukan secara professional gak lebih begitu pula dengan adegan perkosaan yang dirinya terlebih dahulu banyak menonton dan membaca seputar perkosaan. Adegan yang dilakoninya itu membuat dirinya merasa seperti korban dan tidak bisa melupakannya selama 2 hari, wah…pastinya menyelami banget nih adegan yang katanya ketika adegan ini tidak ada cut yang berulang-ulang.

Karir
Dari kecil hingga kelas 1 SMP Jian, sudah aktif terlibat didunia catwalk, karena dukungan mamanya yang juga sebagai manager. Kelas 3 SMP keluarganya pindah ke Jakarta, dari situlah debut aktingnya dimulai begitu juga karir modelnya yang dimulai dengan mengikuti pemilihan model di salah satu majalah remaja terkenal Indonesia. Dukungan sang mama untuk terjun kedunia entertainment bukanlah dikarenakan untuk menjadikan dirinya seorang artis, tapi lebih kepada membangkitkan percaya dirinya, karena “Si Imah” ini adalah type cewek pemalu dan takut ketemu sama orang banyak. Sinetron Anakku bukan Anakku, merupakan sinetron pertamanya dan belum ada sinetron lagi, dari sinetron inilah dirinya dipercaya untuk membintangi iklan minuman teh dan salah satu bank besar di Indonesia.

Ngadepin saingan didunia film
Menurut cewek yang memiliki tinggi 170 cm ini mengatakan kalau kita melakukan segala sesuatu hanya dilihat dari faktor keisengan dan mencari uang saja, sepertinya gak  bisa bertahan lama, kita harus dituntut untuk berusaha maksimal, selain akting ditingkatkan, performa serta skills yang lain musti dimiliki seorang entertainment, imbuhnya.  Orangtuanyapun mengajarkan pada dirinya untuk selalu belajar dan belajar apa saja, karena dirinya terjun di dunia akting tentunya aktinglah yang dinomor satukan dan fokus dalam melakukannya.

Cewek yang pengen kuliah di komunikasi setelah SMA nanti ternyata lebih suka bekerja di belakang layar. Begitu juga dream terbesarnya, yang sangat ingin membahagiakan orangtuanya, secara saat ini cukup untuk bisa bertingkah laku baik dan bisa menjaga nama keluarga, begitu Jian menutup obrolannya.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>