Galih Ginanjar, The Dream Come True

Kalau dengerin cerita tentang pengalaman hidup sosok pemeran Rasya di sinetron Cinderella dalam meraih impiannya yang penuh kepedihan, siapapun orang pastinya akan terharu. Siapa sangka cowok asal Garut ini pernah ngrasain kerja sebagai SPB(Sales Promotion Boy). Sosok cuek, easy going dan mudah berteman ini bernama lengkap Galih Ginanjar, memulai karir entertainnya sebagai model catwalk di tanah kelahirannya. Bakat yang di bina oleh sang Om berbuah hasil, hingga pada tahun 2004 setelah lulus dari SMA bertekad untuk  hijrah ke Jakarta bersama temannya sesama model mencoba menundukkan keganasan ibukota.

Perjalanan Karir
Dengan modal sebagai model catwalk dan pengalaman teater di SMA serta tekadnya,  Aih begitu nama panggilan akrabnya menyusul Om-nya yang bekerja di salah satu PH di Jakarta yang mengurusi pembuatan video klip. Sesampainya di Jakarta, mereka bingung hendak kemana, rencana awal untuk menyusul Om di Jakarta di batalkan, karena mereka tidak ingin merepotkan Om-nya tersebut dan mencoba untuk berusaha mandiri. Namun walaupun hidup mandiri, mereka mengakui masih minta pertolongan sang Om. Tujuh bulan sudah hidupnya dilalui di Jakarta, segala casting telah diikutinya namun semuanya tidak ada hasilnya,  hingga rasanya sudah tidak sanggup lagi hidup di Jakarta. Dan kebetulan orangtua menganjurkan untuk kembali saja ke Garut untuk ngelanjutin kuliah disana. Namun tekadnya ingin menjadi bintang sinetron mengalahkan keinginannya untuk pulang. Gak berapa lama, masih di bulan yang sama mendapat tawaran untuk membintangi iklan sebuah produk minuman yang  terbuat dari gandum, “Ini dia, ini awal karir dan jalan saya”, begitu Galih berujar dengan semangat menceritakan flash backnya. Namun ternyata setelah itu tidak ada tawaran lagi, kehidupan sulitpun mulai dijalani lagi, kembali terseok-seok. Saking tidak ada kerjaan lagi, cowok penyuka balado kentang ini mencari kerja, hingga pada akhirnya posisi sebagai SPB (Sales Promotion Boy) lah yang didapatkannya. “Lumayanlah walaupun cuma sebagai SPB yang penting aku dapat uang untuk ongkos casting, yang ada di pikiran aku tuh saat itu cuman casting, casting dan casting.” “Ibaratnya, walaupun punya uang 10.000, aku bela-belain buat ongkos casting, 6.000 buat ongkos casting sisanya untuk makan”, begitu imbuhnya sambil menerawang.

Di akhir tahun 2006 aku di kenalkan oleh Mas Teddy (red. Teddy Management) oleh Om-ku. Satu bulan sudah Galih  bergabung di TM, dan kesempatan yang dinantikannya pun datang, setelah melalui ujian casting dirinya mendapatkan peran sebagai supporting talent di Film Televisi (FTV) Legenda Bawang Merah dan Bawang Putih dari sebuah production house di kawasan Tanah Abang. Di TM bakat aktingnya terus di asah, hingga pada akhirnya kembali dirinya mendapat tawaran sinetron yang melambungkan namanya di blantika per-sinetronan Indonesia. Wajah imut dan aktingnya dapat dilihat setiap hari di salah satu televisi swasta sebagai sosok ‘Rasya’ yang digandrungi ibu-ibu dan cewek-cewek pengagum sinetron Cinderella ini yang pada awalnya berjudul Bidadariku. Tak pelak lagi kesuksesannya ini berimbas dengan dipercayanya dia menjadi bintang iklan produk kaos yang lumayan terkenal. Diakuinya, pada saat dipilih menjadi tokoh Rasya dirinya sempat tidak percaya, kaget, dan perasaan campur aduk, begitu ujarnya sambil tertawa. Diakuinya pula, kesuksesan yang telah di dulangnya ini secara tidak langsung atas peran Om-nya. Semenjak di Garut hingga di Jakarta Om-nya lah telah membina dirinya. Link, memang begitu besar perannya untuk membesarkan sebuah nama, begitu juga sebaliknya.

Anak pertama dari dua bersaudara ini dibesarkan dilingkungan yang sederhana, ibunya seorang PNS(Pegawai Negeri Sipil) dan sang ayah yang wiraswasta menjadikan dirinya sosok yang mandiri, cerdas dan pantang menyerah. Hal inilah yang menjadikan motivasinya selain memang dirinya merasa memiliki talenta, performa dan percaya diri. “Biasanya orang-orang Aries memang narsis, selain memang atas dasar karena hobby di seni peran”, begitu tambahnya sambil tersenyum.

Hidup Adalah Sebuah Pilihan
Satu tahun di korbankan untuk tidak melanjutkan kuliah, hal ini sebuah konsekwensi yang musti dijalaninya. “Hidup ini adalah sebuah pilihan, aku harus memilih antara karir dan kuliah, karena jadwal shooting yang streeping membuat aku tidak punya waktu lagi, tapi bukan berarti aku menomor duakan pendidikan, semuanya itu kan butuh proses, aku ingin membiayai kuliahku dengan hasilku sendiri”, begitu ujarnya dengan mimik serius ketika ditanya gimana soal pendidikannya. Namun dia buru-buru menambahkan, bahwa tahun depan rencananya akan kuliah disalah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan program hukum, yup cowok yang tergila-gila dengan Cinta hingga tak punya pendirian ini ingin menjadi seorang pengacara. Hal ini disebabkan karena memang sejak di SMA dirinya kuat di segi hapalan tentunya disesuaikan dengan angka-angka di rapornya.

Wanita Idaman
Cowok yang mengakui bagian tubuhnya yang menarik adalah dibagian alisnya ini mempunyai rahasia tentang wanita idamannya, berambut panjang, orangnya baik, tidak macem-macem, gak galak dan setia adalah sosok wanita idamannya, dan katanya lagi saat ini dia lagi pedekate dengan seorang artis yang berinitial SA, hayo siapa ya…, wah bakalan para gadis patah hati nih. Untuk menjaga penampilan dan staminanya cowok yang sering ngumpul-ngumpul bersama teman-teman SMA-nya yang kuliah di Jakarta ini melakukan gym setiap hari, yang dilakukannya setiap pagi, jadwal yang satu ini gak boleh ditinggal, begitu imbuhnya.

Memori
Pengalaman hidup dalam mengejar mimpinya itu tertoreh dalam ingatannya, dan tentunya pengalaman pahit dan manis telah di rasakannya, hingga ada sebuah kejadian yang sampai saat ini gak bisa dilupakan. Pengalaman seru yang sekaligus menyedihkan menempa hidupnya menjadikan dirinya lebih dewasa, pengalaman pertama kali hijrah ke Jakarta menempati kamar kecil yang penuh kelabang, yang orang bilang tidak layak huni, kost-kostan yang di berada di daerah Cipinang ini ditempati berdua  bersama temannya. Selain itu, pengalaman seru lainnya adalah ketika itu hujan lebat di malam hari, sekitar pukul 02.00 WIB, sepulang dari Tanah Abang uang di kantong hanya tinggal 20.000 kalo toh naik taksi pastinya transportnya lebih dari uang yang dimilikinya, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di mesjid, tapi hal ini tidak jadi dilakukan karena penjaga pos hansip yang dekat dengan masjid melarangnya dikarenakan beberapa hari sebelumnya terjadi peristiwa pencurian kotak amal hingga berbuntut pengeroyokan, untuk menghindari hal-hal yang diinginkan mereka akhirnya memutuskan untuk tidur di pos hansip, dan kali ini nasib apes menimpa lagi, karena penjaga hansipnya sudah ingin pulang, akhirnya mau gak mau harus pulang dan naik taksi, dengan perasaan tidak pasti akhirnya mereka memutuskan pulang naik taksi dengan resiko ada barang yang ditinggal untuk kompensasi, tapi Tuhan memang maha adil, walhasil argo taksi tidak sampai 20.000 malah masih ada kembaliannya, ujarnya dengan mata menerawang, mungkin kembali mengingat peristiwa itu. Ugghh jadi ikut sedih hiks…

Banyak cerita memang pada seseorang yang ingin meraih mimpi dan mendapatkan cita-citanya, ada yang dengan mudah meraihnya, ada yang secara kebetulan, ada juga yang harus penuh pengorbanan dan perjuangan. Mungkin hal terakhirlah yang terjadi pada diri Galih, namun semuanya kini cita-cita itu telah tercapai.

Met Lebaran Ya…
By the way, sebentar lagi memasuki Hari Raya Idul Fitri, namun cowok yang pengen banget jalan-jalan ke Marunda ini gak punya persiapan untuk itu. Dia belum bisa memprediksi kapan pulang untuk berlebaran bersama keluarga, walaupun pada akhirnya nanti mudik juga, karena menurutnya jadwal streepingnya tidak bisa ditentukanm jadi nantinya dadakan aja, begitu menjelaskan. Dan pastinya acara di Garut aku bersilaturahmi bersama dengan keluarga ke sanak famili, plus bagi-bagi ampau, dan ternyata katanya lagi tradisi di keluarganya itu adalah bagi-bagi ampau, bagi yang sudah bekerja wajib membagikan ampau baik sudah berkeluarga atau belum, kalau yang belum kerja walaupun sudah berumah tangga pastinya di hari lebaran kebanjiran ampau, begitu selorohnya sambil tertawa. Walaupun acara berkumpul dengan keluarga bisa dilakukan setiap hari, namun berkumpul di waktu lebaran adalah sesuatu yang berbeda, lebih afdol begitu katanya.

Namun kegembiraan di hari lebaran terkadang mengingatkan suatu peristiwa, baik yang gembira maupun yang meninggalkan trauma. Hal ini terjadi ketika Galih bersama saudaranya berkeliling melakukan malam takbiran, mereka berdua berboncengan dengan Galih memegang kendalinya (stang), karena terlalu asyik dengan kecepatan mengayuhnya cukup tinggi tanpa sadar jari kaki saudaranya itu terjepit jeruji, dapat dibayangkan peristiwa itu sampai saat ini membekas dirinya, walaupun tidak terlalu parah namun tetap saja perasaan bersalah selalu timbul ketika lebaran tiba. Kecelakaan memang bisa terjadi oleh siapa saja dan dimana saja, dan semuanya itu terjadi tanpa sengaja. Nah, saat yang tepat untuk melupakan dan memohon maaf adalah di lebaran ini, dan mudah-mudahan Galih bisa melupakan peristiwa itu. Melalui Pesona Muda, Galih mengucapkan, “Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428 H”, kepada seluruh pembaca Pesona Muda. Chayooo…..!!  (Yayi/Dharma)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>