Beauty Lupita & Edwin

Beauty Lupita

Gadis manis dari kota angin mamiri ini bergelut didunia entertain sejak SMP, itu pun tidak sengaja dilakukannya bisa menjadi bagian dari dunia yang jauh dari bayangannya. Kala itu Beauty remaja sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, biasa anak-anak seusia dia memang gemar shopping window, secara kebetulan di pusat perbelanjaan tersebut sedang diadakan pencarian bakat, alhasil ditawarilah dirinya. Menjadi bintang iklan teh celup adalah pengalaman pertamanya, dari sana tawaran-tawaran iklan dan sinetronpun menghampirinya, walaupun masih berskala supporting actress namun hal itu merupakan pengalaman berharga, karena hal itu merupakan salah satu tahapan untuk melangkah lebih maju lagi. Bukankah untuk menjadi aktris besar memang harus melewati step dari level bawah dulu?!

Postur tubuh tinggi semampai dan wajah manis menjadi salah satu modal yang dimilikinya dalam melangkah kedunia entertain selain bakat terpendam yang ternyata tanpa sadar telah dimilikinya serta pengasahan akting yang dilakukannya di agensi yang sekarang ini di naunginya. Bergabung di Teddy Management sudah dilakoninya kurang lebih sudah satu tahun ini, dan alasan dirinya untuk bergabung adalah supaya apa yang dilakukan di dunia yang baru digelutinya itu lebih terarah.

Artis yang termasuk dalam kontrak eksklusif MD ini sudah banyak sinetron yang diperaninya, seperti Miranda, Hafiza, Cinta Sedarah, Cinta Bunga dan sederet sinetron lainnya. Layar lebarpun sudah dijajakinya, Lentera Merah film horor tahun 2006 menjadi layar lebar pertama baginya bersama Randy Pangkalila.

Gadis yang memiliki nama lengkap Beauty Lupita Emanuela Oehmke ini saat ini sedang mempersiapkan produksi sinetron barunya yang belum diketahui judulnya, diperkirakan akhir Januari akan dimulai produksinya. Tahun ini merupakan tahun kelulusan SMU nya yang diperolehnya melalui home schooling, dan perburuan perguruan tinggipun telah dilakukannya dan pilihannya jatuh pada salah satu perguruan tinggi terkemuka yang menyelenggarakan segala bentuk jurusan desain, dan desain grafis menarik hatinya secara sejak kecil gadis penyuka warna ungu ini memang sudah suka menggambar.

Walaupun disibukkan didalam dunia yang sekarang digelutinya ini, anak bungsu dari dua bersaudara ini masih menyempatkan diri untuk mengikuti komunitas di gerejanya sebuah komunitas remaja yang melakukan kegiatan positif. Proses pendewasaan diri terlihat pada gadis remaja ini, dengan pola pikir yang dikemukakan olehnya mengenai dunia yang sedang dihadapinya, baik dunia entertain yang sarat akan persaingan dan dunia remaja yang saat ini sedang dihadapinya. Namun remaja tetaplah remaja ada saatnya dirinya melalui proses tersebut tapi ada juga saatnya merefleksikan diri dalam keremajaannya. Dan keceriaan itu dihabiskan dengan lima sahabatnya, seminggu sekali wajib ngumpul.

Ada satu impiannya yang ingin sekali didapatkannya, menjadi ikon sebuah produk kecantikan atau apapun itu dengan memampang wajahnya di billboard. S’moga keinginanmu terkabul Beaut, karena kamu layak mendapatkannya karena kamu memang beauty. (JY/foto : Agus)

 

Edwin Soekmono

Keinginannya untuk menjadi bagian dari dunia entertainment sangatlah kuat, keinginan inilah yang menjadikan cowok blasteran Singapura dan Semarang ini rela berhenti dari kuliahnya di fakultas komunikasi dan broadcasting di UKSW, padahal waktu itu sudah semester lima. Memang cowok penyuka lagu klasik khususnya jazz ini kalau sudah mempunyai suatu keinginan harus selalu terwujud, karakternya yang keras namun simple ini tidak akan pernah mengenal kata menyerah apabila sudah mempunyai kemauan.

Kesukaannya pada theater dilakukannya sejak SMU dan saat itu dirinya merasakan memiliki bakat terpendam dalam hal akting. Ketika ada kesempatan itu datang cowok yang punya tinggi 180 cm ini tidak menyia-yia kannya, di kota tempat tinggalnya Yogyakarta kebetulan waktu itu ada salah satu production house Jakarta mengadakan audisi Ayat-ayat Cinta, dan lulus, kemudian dirinya dianjurkan untuk datang ke Jakarta ke salah satu production house terkemuka di Jakarta, namun alih-alih ternyata semua itu hanyalah fiktif, penipuan. Terlanjur menjejakkan kaki di ibu kota, dan bukan type dirinya untuk mudah menyerah, waktu tiga bulan menjadi ukurannya untuk mendapatkan target, apabila tidak berhasil dirinya kembali ke Yogya demikian sebaliknya apabila berhasil Jakarta akan menjadi tumpuan harapannya yang selama ini diimpikannya. Kerja keras, tekad, kegigihan dan tentunya doa, berbuah hasil sesuai harapannya, sebelum mencapai waktu tiga bulan dirinya telah mendapatkan job 23 scene untuk pertama kalinya, tanpa tahu blocking camera, bridging scene dan sebagainya walhasil hasilnya pun jauh dari harapan, tak putus asa sampai disitu, Edwin pun berlatih dan belajar serta bertanya dengan senior, selalu menciptakan komunikasi dengan lawan main ataupun senior disitulah pengalaman berharga didapatkannya. Iklan demi iklan pun menyambanginya begitu pula sinetron, FTV, dan Sinetron Weekly. Waktu satu setengah tahun dijalani dalam melangkah ke dunia entertain, dan waktu tersebut tergolong cepat baginya apabila dibandingkan mungkin dengan artis lainnya untuk mencapai kesuksesan.

Diakuinya apa yang telah didapatkannya saat ini belum menjadi tolok ukur kesuksesannya, dirinya masih perlu waktu untuk menjadikan seorang Edwin yang namanya tertancap di kancah dunia akting skala nasional.

Tahun depan cowok yang hidup sendiri di bilangan Tanjung Barat ini berencana akan memulai kuliah lagi dengan jurusan desain interior di IKJ, alasan pemilihan jurusan ini berhubungan dengan hobby selain memang saat ini Edwin tengah membangun bisnis interior khususnya sofa bersama temannya. Menurutnya suatu hal yang sangat tepat bila membangun bisnis tidak hanya sekedar hobby  dan hanya sekedar tahu, tetapi juga harus dilakukan secara detail selain mendisain juga mengerti managemennya.

Walaupun ketika kecil dan sampai saat inipun masih dimanja oleh kedua orangtuanya ini tidak menjadikan Edwin terlena akan kehidupan yang pernah dinikmatinya dan keberhasilan yang diperolehnya itu, peristiwa yang dialami pada perusahaan ayahnya ketika dirinya masih duduk dibangku SMP menjadikan dirinya semakin tahu makna kehidupannya, “semua peristiwa pasti ada hikmahnya”, begitu ujarnya.

Playboy Flamboyan, Rasa Itu Masih Ada, Sajadan Cinta 1 & 2, merupakan beberapa dari sekian sinetron, FTV yang dibintanginya. Semenjak bergabung dengan TM melalui mentornya Bang Haga begitu dirinya menyebutnya, dirinya mulai terarah dalam menjalani dan menjadi bagian dari dunia entertainment yang diakuinya tidak gampang. Ok Edwin, sukses ya buat kamu juga kuliahnya jangan ditunda lagi. (JY/ Foto : Agus)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>